Sound Art


Catatan Eksperimen1
11-februari 2012
Gambaran music
Suatu parlemen adalah sebuah gambaran system, yang berjalan menurut ukuran-ukuran standar (sesuatu yang telah disepakati).Ukuran standar tersebut senantiasa akan berfungsi sebagai batas yang sewajarnya.
Parlemen itu sendiri memiliki banyak unsure/elemen pendukung yang seharusnya berjalan seperti gelombang harmonic. Ada juga yang mengartikan parlemen itu adalah ruang aspirasi suara(secara fungsional). Kemudian aspirasi dapat dikembangkan lagi menjadi ruang partisipatif yang mempunyai aturan main. Ruang itu bercirikan melibatkan banyak orang. Ada juga yang memahami bahwa parlemen itu harus berpihak kepada kebudayaan. Kebudayaan tersebut dibangun secara moral.
Karena parlemen itu merupakan salah satu elemen dari kebudayaan, maka tentunya dia mencakup dengan hal global (luas) dan bisa dihubungkan dengan bidang apa saja.
Dengannya akan lebih dikerucutkan lagi pada bidang seni  dalam tinjauan music.
Music  itu memiliki beberapa unsure yang identik dengan pengertian tentang parlemen.  Musik harus harmonis  antara isntrumen yang lainnya. Musik memiliki spirit saling ketergantungan antara unsur2 didalammnya. Jadi mengandung semangat kebersamaan ataupun kerjasama untuk mencapai harmonisasi yang diinginkan. Apabila parlemen dan musik  memiliki hal2 identik,
 Hari ini  aktifitas music sudah sampai di pencarian angka dalam nada. Jadi bagaimana hubungan antara music dengan fisika. Bahwa nada-nada dalam music terbentuk dari suatu angka pada satuan frekuensi. Nada-nada tersebut memiliki interval atau jaraknya masing-masing. Jarak inilah yang akan membuatnya begitu teratur dan harmoni.
Semiotika
Semiotika ilmu yang mempelajari tentang tanda. Menurut pierce semiotika bersinonim dengan tanda. Manusia hidup dalam tanda.

 Rencana musik
Besok kita akan memulai eksperimen setelah melalui tahap pencarian literature. Tak taau juga ingin mulai darimana?. Tetapi kita mencoba lebih mengexplor tanaman bamboo.
Gambaran awal:
Mencari bamboo kering dan memotongnya pada perkiraan tertentu. Kemudian pada salah satu sisi lubang dimasukkan karet yang sifatnya memasukkan dan mengeluarkan udara sehingga menghasilkan bunyi. Bunyi yang diharapkan seperti suara isapan kala sisi mulu atas bertemu sisi mulut bawah manusia. Layaknya seperti pompa. Diameter bamboo yang dipakai mulai dari yang kecil hingga yang paling besar.
13 Maret 2012
Hari pertama memulai music. Saya mencoba saja apa yang ada disekitar, Gelas 3 jenis ada yang berisi air ada juga yang kosong hanya udara yang mengisinya. Saya menggunakan software adobe audition untuk menganalisis perubahan frekuensi. Gergaji besi digesek sedemikian rupa hingga menghasilkan suara beraneka, seperti suara binatang bebek bahkan anjing, tergantung dari panjang pendek bit gesekan. Pipa pralon untuk mengisi bagian bit utama kira2 panjang pipa 2 ½ meter, diameter …besar agar dapat mengolah udara dan dapat menghasilkan bunyi seperti gelembung. Tempo ada pada 120 bpm sebagai tempo standar dalam music record.
Belum menghasilkan bentuk akord alami…..
16 maret 2012
Percobaan bunyi pada media yang terbuat dari tanah liat. Guci kecil sejenis keramik . Penutup guci dipukulkan kelubang guci kecil pada berbeda sisi di lubang guci kecil, menghasilkan nada atau frekuensi.

My Sound Art Eksperimen


 
Kesimpulan menghasilkan nada/harmoni minor.
Saya membayangkan music itu akan berupa sound di ruang outdoor. Bahwa bagaimana alam bekerja menghasilkan energi dan kemudian menjadi suasana dan masuk pada kehidupan seseorang. Jika kita mengenal music adalah suatu rekayasa bunyi. Maka pikiran akan sampai  pada tahap pengembangan estetika music. Ditempat saya ini berbagai nada yang menjadi simponi dilahirkan oleh apa yang tumbuh dan disimpan manusia sengaja ataupun tak sengaja. Suara gesekan daun bamboo karena dihembus angin di waktu pagi, siang, sore, ataupun malam.Para binatang kecil yang mungkin sedang bercengkrama dengan para keluarga. Mereka menyatu dalam suatu hukum estetika alam.
Jika kita mengkaji bahwa bunyi itu timbul disebabkan karena getaran, maka pengembangannya akan berawal dari situ. Getaran diruang padat ataupun getaran di ruang berongga. 
Berbagai kumpulan cukup mengganggu didada, ketika berpikir tentang suatu fakta bahwa manusia dibatasi oleh saling ketergantungan. Begitu juga yang kualami bersama teman2 yang nyantri di Somba Opu Institut. Hari-hari  dilalui dengan makin terbukanya jendela paradigm kami tentang bagaimana seni itu harus bergerak.  Malam ini selalu ada Tanya, bahwa mengapa ide itu harus didiskusikan?....  

Leave a Reply